Wednesday, April 25, 2007

Cara mengenali berita bohong



Di jaman internet sekarang ini berita-berita bohong ato palesu™ sangat mudah menyebar. Hal ini dikarenakan kebanyakan kita malas untuk memverifikasi berita tersebut. Dan kebanyakan kita akan langsung memforward berita tersebut detik itu juga sesampainya berita tersebut ke mailbox kita. Seolah-olah sudah menjadi kewajiban kita meneruskan berita tersebut saat itu juga. Seolah-olah dengan memforward berita palesu™ tersebut kita sudah melakukan perbuatan yang baik, pahala, surga :D

Well, itulah "budaya". Budaya yang kurang bagus :(
Untuk merubah pola pikir supaya selalu memverifikasi berita yang datang ke kita juga bukanlah hal yang mudah. Terlebih jika kita punya budaya lain, yaitu budaya fanatik (taklid buta™) kepada sumber berita.

Seorang dokter mengirim email hoax tentang bahayanya mengkonsumsi vitamin C setelah makan udang. Karena kita tau yang mengirim seorang dokter, berita palesu ini langsung kita forward tanpa verifikasi terlebih dahulu. Dst, untuk contoh dan kasus yang berbeda.

Beberapa tahun yang lalu mailbox saya kedatangan beberapa email dengan subject yang sama yaitu "Kontroversi "Jeritan" dari Perut Bumi". Dan beberapa orang diantara yang mengirim email tersebut ke saya, kredibilitasnya terhadap bidang itu bisa diandalkan. Email tersebut berformat HTML jadi disertai juga dengan gambar. Saya melihat gambarnya dan membaca paragraph pertama sbb:

(Erabaru.or.id) Surat kabar berbahasa Finnish yang berjudul ‘Ammennusatia’ pernah lama ini mengungkap kejadian yang misterius. Disebutkan satu tim geologi yang menangani penggalian lubang dengan kedalaman 14,4 Km pada kerak bumi di Siberia (negara pecahan Uni Soviet) mengaku telah mendengar jeritan manusia dari perut bumi. Para ilmuwan khawatir bahwa mereka telah meloloskan suatu ‘kekuatan jahat’ ke atas permukaan bumi.

Saya membaca paragragh tersebut dan ketika sampai ke kalimat "... mengaku telah mendengar jeritan manusia dari perut bumi" email ini langsung saya delete tanpa memikirkannya lagi.

Akal sehat saya sudah menolak duluan kalimat tadi. Sehingga sudah pasti paragraph-paragraph selanjutnya hanyalah sampah belaka. Email sampah seperti ini hanya layak masuk trash bin :P

Verifikasi berita dengan memasukkan keyword pada kolom dibawah ini






Misalnya ketik "Ammennusatia" kemudian klik GO

No comments yet

Recent Comments